Followers

Sunday, November 7, 2010

Biarkan Luncai Terjun Bersama Labu-labunya....

Umi tak pernah menyesal melahirkanmu....


Biarkan apa orang berkata...umi tidak peduli...
Impian umi hanya satu...Membesarkan kalian menjadi insan berguna...


Menyelusuri blog teman-teman, blog jiey dan blog bicara ibu aisya...membuatkan umi terpanggil untuk mencoret entry ini....

Derita rasa itu sama...rasa pedihnya itu sama..Walaupun dugaan yg dilalui itu berlainan coraknya...tetapi sakitnya, pedihnya dan lukanya tetap sama...dalam dan menikam....

Dulu umi juga seperti itu...memendam rasa...benci berjumpa saudara mara...
Ungkapan kasihan....kenan...badi...tak pandai jaga baby masa mengandung....semuanya umi telan sendirian....

Umi malas melayan mulut2 seperti itu...biarlah mereka berkata-kata...Telinga umi dan tebal...hati umi dah keras...

Kini..setelah bergelar ibu tunggal...lagi hebat kata-kata yg diterima...

" Kesian..dahlah anak cacat...janda pulak tu...."

" Iman tu bapak dia tak nak...sebab tulah maknya diceraikan..."

Berdesing telinga umi...tidak terfikirkah mereka betapa remuknya hati yg mendengar...

Melihat tak sama dengan merasai...dengan yg melalui...

Dan kerana itulah umi keberatan bila mak mengajak umi mengahdiri kenduri kendara...bukan sikit yg memerhati...bukan sedikit yg menghampiri dgn soalan pelik....

Tapi itulah manusia kan...rasa ingin tahu yg tinggi....

Bagi umi...biarlah mereka enak berkata-kata...Umi tak perlukan kata-kata itu untuk terus menongkah arus kehidupan...Umi tak perlukan kata-kata itu untuk umi menyuap makanan ke mulut anak-anak umi...

Yang umi perlukan adalah kekuatan...semangat juang...dan yg paling penting redha Allah untuk umi terus mencari keberkatan untuk membesarkan anak-anak umi....

Biarlah mereka...Biarlah si luncai terjun bersama labu-labunya.....


7 comments:

Anonymous said...

meski manusia cukup sedar di sini bukan destinasi...namun kenapa manusia begitu angkuh menduga...begitu berani mencabar...apakah mereka rasa mereka itu 'penentu'?

tidak mungkin manusia tidak sedar akan syurga dan neraka...pada setiap dosa dan pahala...hadirnya pencatat di bahu kiri dan kanan...pada semua kesaksian kecuali mulut...mengapa tetap lancang bila berkata?...kenapa lidah sering berbelit dalam berhujah?..

apakah kerana hati telah mati...sehingga benak menjadi jumud...seluruh anggota seperti 'rosak fungsi nya' dalam membuat sebarang pernyataan...seolah-olah nya mereka adalah 'penghukum'...di suatu sudut pengadilan yang sempit....

meski adakalanya dalam berbicara lebih banyak yang menyakitkan...meskipun dalam mengamati lebih banyak yang menjengkelkan...sampaikan ada ketikanya jua hati seperti sebal mendepani sebarang kesakitan...

namun begitu...dalam kesukaran berbaik sangka sesama manusia...atas perjalanan hidup yang sepertinya 'menyakitkan'...hati dan fikiran akan tetap tenang bila memilih untuk berbaik sangka dengan Allah...

kerana Dia lah kita di sini...kepada Dia juga lah kita kan kembali...

Ketentuan Allah adalah Rahsia Allah...

Wallahu'alam...

nuyin2u said...

ya benar, biar mereka terjun dgn labu - labu mereka.semoga akak terus tabah menghadapi hari2 mendatang

Bicara hati ibu aisya said...

Kak..sebak membacanya.
Yer..HANYA YANG MERASAI DAN MENANGUNGNYA sahaja yang TAHU RASA itu.Pedih, sakit, tertekan, marah, geram, benci dan seribu rasa lg.Tp..saya tahu, saya tidak keseorangan..masih ramai yang menyayangi, yang memberi sokongan dan yang MEMAHAMI diri ini :)
Benar kata-kata akak.."Biarlah Si Luncai terjun dengan labu-labunya"

fatonah said...

semoga akak terus kuat....:)

ieda said...

mulut manusia mmg sukar nak dijangka..pedulikan saja.

iCaLoVeZiE said...

semoga akak terus kuat kak. ramai rakan2 kat sini yang memahami. yang tak pernah melalui dugaan Allah, memang kurang "rasa" dengan orang macam kita ni.. Jadi betul lah.. biarkan mereka terjun dengan labu2nya.

I.E.C.H.A.H LIHIN said...

Salam kak...comel nya aiman masa kecik...tembam.... tak der kurang lansun g dia pada mata saya... he is so special......nor berdoa agarNur kebahgiaan menanti akak dan anak2